Epiglottitis adalah peradangan dan pembengkakan yang terjadi di epiglotis. Gangguan ini bisa menjadi kronis dan mengancam nyawa.

Infeksi biasanya terjadi di pangkal lidah (epiglotis). Gangguan bisa menyebabkan katup tulang rawan ini tidak bisa berfungsi dengan maksimal.

Aplikasi stok barang dan penjualan

Akibatnya saat seseorang menelan makanan atau minum, ada kemungkinan ikut masuk ke saluran udara dan pernapasan. Kondisi ini sangat berbahaya dan mematikan.

Ganggian Pernafasan umumnya terjadi pada anak-anak. Namun, kasus pada orang dewasa semakin banyak. Seseorang dengan daya tahan tubuh buruk kerap mengalaminya.

Penyebab Gangguan Sesak Nafas

Penyebab umum dari epiglottitis adalah infeksi bakteri. Bakteri bisa masuk ke dalam tubuh melalui udara. Saat bakteri terbawa masuk epiglotis akan diserang secara langsung.

Jenis atau strain bakteri yang paling umum menyebabkan kondisi epiglottitis adalah Haemophilus influenzae tipe b atau sering dikenal dengan nama Hib. 

Bakteri Hib bisa masuk ke dalam tubuh kalau Anda dekat dengan penderita epiglottitis. Udara dari batuk yang terjadi bisa berisi bakteri dengan konsentrasi tinggi.

Bakteri Hib menyumbang sekitar 25 persen infeksi. Infeksi lain yang menyebabkan epiglottitis dipicu oleh:

  • H parainfluenzae.
  • Streptococcus pneumoniae. (Bakteri yang menyebabkan pneumonia, meningitis, dan infeksi yang ada di telinga.)
  • Group A, B, dan C streptococci. (Penyakit yang menyebabkan gangguan di tenggorokan termasuk infeksi darah.)
  • Staphylococcus aureus. (Bakteri yang menyebabkan infeksi pada kulit.)
  • Bacteroides melaninogenicus.
  • Enterobacter cloacae.
  • Escherichia coli.
  • Fusobacterium necrophorum.
  • Klebsiella pneumoniae.
  • Neisseria meningitidis.
  • Pasteurella multocida.
  • Herpes simplex virus (HSV).

Selain disebabkan oleh bakteri dan juga virus, masalah gangguan pernafasan akut juga disebabkan oleh beberapa kondisi non medis di bawah ini.

  • Merokok terlalu berlebihan. Lebih spesifik lagi seseorang yang menghisap kokain yang merupakan psikotropika menyebabkan infeksi saluran pernapasan..
  • Menghirup zat kimia berbahaya atau asap sisa reaksi kimia.
  • Menelan sesuatu yang bukan makanan dan bisa melukai epiglotis.
  • Makan sesuatu yang terlalu panas dan bisa membakar lidah dan pangkalnya atau epiglotis. Saat makan usahakan meniupnya hingga hangat atau dingin baru ditelan. 
  • Selain makanan yang panas, makanan yang terlalu pedas juga berpotensi menyebabkan epiglottitis. Cabai atau merica berlebihan bisa memicunya.
  • Mengalami trauma di area leher akibat tinjuan, terpukul benda cukup keras, hingga terkena tembakan.
  • Reaksi akibat kemoterapi di sekitar leher dan tenggorokan. Paparan zat radioaktif secara langsung membuat beberapa selaput atau tulang ringan langsung terdampak.

Selain disebabkan oleh beberapa kondisi di atas. Seseorang bisa mengalami epiglottitis kalau memiliki faktor risiko di bawah ini.

  • Menjadi seorang pria. Dibandingkan dengan wanita, pria lebih mudah terkena epiglottitis karena kebiasaan atau gaya hidupnya, misal merokok.
  • Daya tahan menurun, salah satu penyebab dari epiglottitis adalah infeksi. Nah, infeksi sendiri terjadi kalau daya tahan tubuh seseorang mengalami penurunan yang cukup signifikan.
  • Jarang melakukan vaksinasi. Beberapa jenis vaksin bisa mencegah penyakit yang memicu kondisi epiglottitis.
  • Usia anak yang masih rendah. Biasanya epiglottitis terjadi pada anak dengan usia 2-6 tahun. Namun, anak dengan usia di bawah 12 bulan lebih rentan.
  • Lingkungan kerja yang sangat buruk. Misal lingkungan berada di kawasan industri atau pabrik. Akibatnya zat kimia masuk ke dalam tubuh dengan cepat.
  • Memiliki diabetes. Seseorang dengan kondisi diabetes mudah sekali mengalami infeksi. Kondisi ini menyebabkan luka sekecil apa pun sudah sembuh.

Kalau Anda memiliki faktor risiko di atas, ada baiknya untuk selalu berhati-hati. Hindari mengonsumsi makanan yang berisiko dan atasi gangguan pernapasan dengan meditasi di tepi pantai pagi hari .

Tanda atau Gejala Epiglottitis

Ciri-ciri sesak nafas umum terjadi pada anak-anak dan dewasa. Masing-masing usia memiliki tanda atau gejala yang berbeda karena kondisi daya tahan yang bervariasi.

Tanda Sesak Nafas Akut pada Anak

Anak-anak lebih rawan mengalami epiglottitis dibandingkan orang dewasa. Penyakit ini memiliki tanda pada anak berupa:

  • Demam sangat tinggi. Kondisi ini sering kambuh sehingga mereka kerap rewel berkali-kali.
  • Saat belajar duduk atau berjalan biasanya kerap muncul gejala ini. Terlebih kalau anak belum mendapatkan vaksinasi dengan lengkap.
  • Tenggorokan sangat sakit dan tidak nyaman saat digunakan untuk menelan sesuatu, bahkan makanan halus sekalipun.
  • Saat bicara, suara anak akan serak.
  • Anak tidak bisa diam dan cenderung aktif. Kondisi ini terjadi karena saat diam, anak merasa tidak nyaman.
  • Sering bernapas melalui mulutnya. Anak juga jadi ngos-ngosan.

Tanda Epiglottitis pada Dewasa

Pada orang dewasa, epiglottitis akan memunculkan tanda-tanda di bawah ini.

  • Demam tinggi dan berkali-kali. Meski sudah diberi obat pereda panas dan nyeri, seseorang bisa kambuh dan kadang lebih parah.
  • Napas akan terasa sulit karena tarikan napas saja memunculkan perasaan yang tidak nyaman. 
  • Selain susah untuk bernapas, orang dewasa juga sedikit susah untuk menelan. Bahkan hanya menelan lidahnya saja terasa sakit dan mengganggu.
  • Saat berbicara, suara akan menjadi serak. Kalau inflamasi di epiglotis semakin parah, suara akan sulit terdengar atau hilang.
  • Saat bernapas akan terdengar suara yang cukup keras. Suaranya mirip orang yang sedang mengalami asma.
  • Tenggorokan akan semakin sakit dan nyeri. Kondisi ini membuat demam semakin tinggi dan kondisi tubuh semakin menurun dengan cepat.
  • Kadang-kadang kemampuan untuk bernapas secara alami cukup sulit.

Epiglottitis yang masih ringan bisa diatasi dengan perawatan sederhana saja. Namun, kalau sampai tidak ditangani dengan segera, kondisi di bawah ini bisa muncul.

  • Pernapasan terhenti dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini sangat berbahaya dan membuat seseorang nyaris terancam nyawanya.
  • Kurangnya oksigen di dalam tubuh membuat perubahan warna di kulit terjadi.
  • Tubuh mendadak lemas dan susah sekali digerakkan.

Apabila gejala di atas sering sekali muncul dan tidak sekali dua kali, ada baiknya segera menghubungi dokter terdekat. Masalah nanti hanya gangguan ringan tidak menjadi masalah.

Gejala dari epiglottitis ini mirip dengan flu atau batuk biasa. Namun, tenggorokan terasa lebih sakit dan pernapasan makin sudah terjadi.

Kenali perbedaan gejalanya dengan baik. Kalau Anda merasa memiliki faktor risiko yang besar, segera tangani dengan baik sebelum terlambat.

Diagnosis Epiglottitis

Dalam pemeriksaan dokter akan melihat tanda dari epiglottitis secara sekilas dari pengamatan dan pertanyaan yang diajukan secara langsung.

Apabila muncul nyeri saat menelan, demam, dan kondisi kesehatan lain seperti yang sudah dibahas sebelumnya, dokter kemungkinan besar akan curiga terhadap munculnya epiglottitis.

Setelah tandanya jelas, dokter akan memastikan dahulu saluran udara yang Anda atau anak miliki tidak tertutup dan masih bisa menyuplai oksigen dengan jumlah banyak.

Selanjutnya dokter juga akan memeriksa dan memonitor kadar oksigen di dalam darah. Kalau jumlahnya menurun cukup drastis dibutuhkan penanganan dini.

Biasanya akan diberi bantuan pernapasan. Setelah kondisi tubuh stabil, diagnosis dan pemeriksaan lanjutan bisa dilakukan.

Diagnosisnya untuk penyakit epiglottitis biasanya dilakukan dengan empat cara di bawah ini.

1. Pemeriksaan Tenggorokan

Pemeriksaan dini dilakukan dengan membuka mulut lebar-lebar. Dokter akan melakukan pengamatan di dalam tenggorokan dengan memasukkan semacam selang dengan lampu.

Pada anak-anak, biasanya akan ada bius lokal agar tidak terasa sakit atau tidak nyaman. Orang dewasa juga bisa mendapatkan perlakukan sama kalau inflamasi sudah parah.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya inflamasi atau pembengkakan di epiglotis. Kalau ada, pemeriksaan dinyatakan selesai atau dilanjutkan tes lain.

2. X-Ray pada Leher dan Dada

Pada kondisi tertentu anak tidak bisa dilakukan pemeriksaan dengan cara memasukkan tube ke dalam mulut. Akhirnya metode X-Ray dipilih agar diagnosis bisa segera dibuat.

Sebelum dilakukan pemindaian dengan X-Ray dokter sudah membantu penanganan pada saluran napas. Jadi, selama prosedur dilakukan tidak akan terasa sesak atau sakit.

Selanjutnya foto bisa dilakukan di leher hingga dada. Setelah pemindaian selesai akan terlihat hasilnya dengan jelas. Biasanya aman ada bercak putih seukuran jari.

Bercak putih ini merupakan tanda pembengkakan epiglotis. Dari hasil ini dokter bisa segera memberikan analisis dengan cepat dan penanganan yang tepat sasaran bisa diberikan.

3. Pemeriksaan Kultur Tenggorokan

Cara lain yang bisa dilakukan untuk pemeriksaan epiglottitis adalah dengan mengambil sampel kultur di sekitar pangkal lidah atau epiglotis.

Dokter akan memasukkan semacam kapas atau alat untuk mengambil sambil di dalam mulut. Selanjutnya pemeriksaan akan dilakukan di dalam laboratorium.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri Haemophilus influenzae tipe b atau Hib. Kalau bakteri ini muncul kemungkinan terjadi epiglottitis sangat besar.

4. Tes Darah

Karena penyebab dari epiglottitis ini ada banyak, kemungkinan terjadi kesalahan diagnosis akan besar. Oleh karena itu pemeriksaan darah juga harus dilakukan.

Pasien akan diambil sampel darahnya saat pemeriksaan. Selanjutnya laboratorium akan melakukan pemeriksaan terkait ada atau tidaknya bakteri atau virus.

Kalau ada bakteri Hib atau bakteri lain yang menyebabkan epiglottitis tindakan medis bisa segera dilakukan. 

Penanganan Epiglottitis

Penanganan epiglottitis harus disesuaikan dengan kondisi dari pasien. Kalau pasien datang sendiri karena gejalanya belum parah dokter bisa langsung menanganinya segera.

Namun, kalau seseorang mengalami gangguan di rumah dan jauh dari rumah sakit, tindakan medis tidak boleh sembarangan dilakukan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perawat atau dokter yang menjemput:

  • Memahami kemungkinan terjadi gangguan mendadak dan akut.
  • Mengamati munculnya gangguan yang tidak terlihat.
  • Tidak boleh melakukan intubasi secara mendadak apalagi di rumah yang perlengkapannya tidak lengkap.
  • Tidak boleh melakukan tindakan medis lain yang memicu gangguan pernapasan yang lebih parah.

Manajemen Saluran Udara

Hal krusial yang wajib diperhatikan saat menangani penderita epiglottitis adalah manajemen saluran udara. Dokter akan berusaha membuka saluran ini agar kadar oksigen tidak turun.

Pasien yang Stabil

Pasien yang masih memiliki pernapasan stabil biasanya akan mendapatkan laryngoscopy. Perlakuan ini lebih direkomendasikan sebelum ekstubasi dilakukan.

Pasien dikategorikan stabil kalau tidak ada kesulitan bernapas. Mereka masih bisa bernapas seperti biasa dan tidak ada tanda sesak atau napas mengeluarkan bunyi.

Intervensi ke saluran pernapasan tidak perlu dilakukan selama kondisi masih tetap baik dan stabil. Dokter akan melakukan pengamatan rutin di ICU hingga kondisi pasien membaik.

Beberapa jam sekali dokter akan melakukan pengamatan lagi. Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan pasien apakah membaik atau memburuk.

Pasien yang Tidak Stabil

Pasien dikatakan tidak stabil kalau terjadi gangguan pernapasan. Sesak, napas berbunyi, hingga gangguan menelan yang cukup kronis.

Gangguan pernapasan bisa terjadi karena epiglotis mengalami pembengkakan. Dokter bisa tahu dari pemeriksaan dengan X-Ray. Akan ada bercak putih lebar yang muncul.

Intubasi bisa dilakukan kalau muncul gangguan jalan napas pada pemeriksaan, stridor, ketidakmampuan untuk menelan makanan, terus mengeluarkan air liur, dan berjalan  dalam kurun waktu 8-12 jam.

Pasien dengan epiglottitis akut bisa mengalami penurunan kondisi drastis. Dokter harus menyiapkan alat untuk mengatasi jalan napas seperti cricothyrotomy.

Selanjutnya insulasi jarum-jet atau PJTV juga dapat digunakan untuk memudahkan pernapasan pada pasien sementara.

Kalau kondisi pasien cukup parah, tapi masih bisa ditangani, intubasi dan cricothyrotomy bisa segera diaplikasikan di dalam ruangan operasi tanpa perlu observasi lanjutan.

Pemberian Obat

Terapi dengan antibiotik harus dimulai setelah darah dan kultur epiglotis diambil dan diperiksa. Agen antipiretik juga mungkin diperlukan dan perawatan ini.

Pengobatan abses epiglottitis dengan kombinasi aspirasi jarum dan antibiotik dapat mengurangi waktu rawat inap pasien.

Meski demikian perbedaannya tidak signifikan dibandingkan penganan dengan menggunakan antibiotik saja dengan dosis yang sama.

Pemberian Antibiotik

Dalam pemeriksaan kultur epiglotis dan darah, bisa saja ditemukan Streptococcus pyogenes, Streptococcus pneumonia, Staphylococcus aureus, dan H influenza.

Jenis antibiotik yang digunakan untuk mengatasi bakteri dan virus di atas adalah:

  • Ceftriaxone (Rocephin)
  • Ampicillin dengan sulbactam
  • Chloramphenicol
  • Cefuroxime (Zinacef, Ceftin)
  • Cefotaxime (Claforan)
  • Clindamycin (Cleocin)

Analgesik antipiretik

Saat mengalami epiglottitis, tubuh akan mengalami demam tinggi. Kondisi ini harus disembuhkan sendiri karena bisa memperburuk keadaan.

Obat jenis analgesik antipiretik yang bisa digunakan terdiri dari:

  • Aspirin (Anacin, Aspercin, Bayer Aspirin). Penurun panas yang membuat suhu tubuh bisa turun menjadi normal.
  • Acetaminophen (Tylenol, Acephen, Aspirin tanpa Anacin). Mengatasi inflamasi yang membuat panas tubuh terus meningkat.
  • Ibuprofen (NeoProfen, Advil, Motrin). Mengatasi inflamasi dan menurunkan panas pada tubuh.

Kalau penanganan epiglottitis di atas tidak segera dilakukan, ada kemungkinan terjadi masalah pada tubuh dan komplikasi. Berikut jenis komplikasi yang bisa muncul.

  • Meningitis. Bisa menyerang otak dan potensi menyebabkan kematian cukup besar.
  • Abses di epiglotis.
  • Cervical adenitis.
  • Vocal granuloma.
  • Pneumonia.
  • Pulmonary edema.
  • Empyema.
  • Pneumothorax.
  • Kematian.

Pencegahan Penyakit Saluran Pernafasan

Penyakit ini sangat berbahaya dan menyebabkan kematian. Namun, pencegahan bisa dilakukan dengan melakukan:

  • Melakukan vaksinasi Hib khususnya pada anak-anak.
  • Menjaga sanitasi tangan agar saat makan tidak ada bakteri yang masuk ke dalam mulut.
  • Selalu mengonsumsi makanan yang dingin atau hangat. Jangan terlalu panas.
  • Makanan pedas bisa dikonsumsi, tapi jumlahnya tidak banyak dan intensitas pedasnya harus disesuaikan.
  • Rokok dan alkohol harus dikurangi.

Prognosis Epiglottitis

Prognosis pada pasien dewasa dengan epiglottitis akut baik dengan penanganan yang tepat sasaran dan tidak terlambat. Ekstubasi bisa dilakukan pada pasien dalam beberapa hari.

Pada epiglottitis yang tidak diketahui, akan muncul masalah pada saluran napas. Pasien bisa mengalami kematian akibat gagal mendapatkan oksigen.

Meskipun epiglottitis akut umumnya memiliki prognosis yang baik, risiko kematian tetap tinggi sehingga penanganan tidak boleh telat.

Kematian biasanya disebabkan obstruksi jalan napas tiba-tiba dan kesulitan dalam melakukan intubasi karena ada pembengkakan struktur supraglotis.

Pemantauan yang ketat dan perlindungan jalan nafas yang memadai pada pasien harus dilakukan. Karena kalau terjadi sedikit kesalahan, kematian bisa terjadi.

Epiglottitis akut memiliki tingkat kematian pada orang dewasa sekitar 7%.

Demikian ulasan tentang inflamasi dan pembengkakan yang terjadi di epiglotis. Semoga informasi seputar epiglottitis di atas bisa bermanfaat.